Menaikkan Produksi Getah (latex) Tanaman Karet

07.56 |

Satu siklus tanaman karet itu antara 20 -  25  tahun dengan produksi 30 sd 40 ton/Ha, jika satu siklus harusnya bisa disadap sampai umur 25 tahun akan tetapi karena bidang sadapnya habis/rusak hanya tersadap sampai umur 15 tahun, berarti target tidak tercapai alias merugikan pekebun.  Produksi latek memang dipengaruhi oleh genetis/klon/asal bibit, perawatan dan penyadapan, ketiga hal ini saling mendukung dan bersimbiose, dalam hal ini ditekankan bahwa menyadap itu pake aturan agar tercapai keuntungan maksimal sesuai potensinya.

Kapan siap sadap..?
Karet siap sadap tentunya harus memperhatikan umur tanaman karet dan diameter batang, biasanya umur 5-6 tahun karet siap sadap namun demikian tergantung pada perawatan, apabila perawatannya bagus maka makin cepat karet mencapai kriteria siap sadap. Kesiapan tanaman karet untuk siap sadap adalah bila pengambilan lateknya tak akan mengganggu petumbuhan tanaman secara keseluruhan. Saat tanaman siap sadap berarti nutrisi/pupuk yang diserap tanaman karet digunakan untuk pembentukan getah secara optimal.

Warning..!
Salah satu kesalahan yang dilakukan pekebun adalah menyadap terlalu awal, matang sadap itu selain syarat umur juga tergantung lilit/diameter batang yang diukur 100 cm dari pertautan okulasi,  Tanaman karet dinilai matang sadap bila diameternya 45 cm.  Selain syarat diatas disiplin penyadap terhadap teknis sadapan juga sangat menentukan.

Mendukung peningkatan produksi getah karet dalam hal ini perawatan (pemupukan) sangat kami anjurkan menggunakan Nutrisi/pupuk Supernasa, Selama belum disadap lakukan pemupukan pupuk makro sesuai anjuran setempat, dan minimal 6 bulan sekali lakukan pemupukan Supernasa 3kg plus 5o Kg NPK plus air kemudian kocorkan 1 liter perpokok tanaman.
Untuk Tanaman Karet yang sudah disadap berikan SUPERNASA 3-6 KG PLUS + 100 KG NPK + Air (larutkan) selanjutnya siramkan 1 liter perpokok, lakukan 4 bulan sekali maka lihatlah peningatan yang terjadi hingga mencapai 50 persen.  SELAMAT MENJADI BUKTI


 

0 komentar: