AGROKOMPLEKS

KUANTITAS, KUALITAS DAN KELESTARIAN

PRODUK KESEHATAN DAN KESEHARIAN

BADAN SEHAT, PRODUK TERJAMIN AMAN, REJEKIPUN LANCAR

APAPUN BISA DENGAN NASA

Tanaman sehat, tanah semakin subur, hasil meningkat...Siapa Takuuut !!!!

APAPUN BISA DENGAN NASAe

Tanaman sehat, tanah semakin subur, hasil meningkat...Siapa Takuuut !!!!

VITERNAPLUS

SOLUSI HEBAT UNTUK PERIKANAN DAN PETERNAKAN ANDA.

JERUK SIAM SAMPIT

08.28 |

JERUK SIAM, Jeruk yang ditanam ditaran rendah Kalimantan kebanyakan adalah jenis jeruk siam, rasa manis dan masih terasa kecut dikit justru membuat semakin segar bila menikmati jeruk siam tersebut.
Kota Sampit, juga mempunyai komoditi unggulan ini yang asalnya dulu berkembang di Kecamatan Kota Besi, seiring waktu menyebar hampir di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan bantuan kegiatan Dinas Pertanian setempat.

Dimulai 4 tahun silam saya sendiri menanam jeruk di Desa bapeang bersama petani setempat, dan alhamdulillah kawasan ini sekarang mulai dikenal dengan istilah Jeruk Bapeang.

Jeruk yang ditanam dengan tumpang sari sayuran akan lebih cepat berkembang daripada tanpa diikuti budidaya beragam sayuran di selanya, namun demikian pemupukan harus tetap dilakukan terutama unsur hara Makro dan Mikronya

Tips merawat jeruk 1- 3 tahun.

1. Supernasa 500 gram + Glio 100 gram + air 200 liter + NPK 5 Kg siramkan 0,5 - 1 liter per pokok 3-4 bulan sekali
2. Lebih sempurna berikan NPK sesuai umur tanaman minial setahun 2 x
3. Semprotkan POC Nasa 5 tutup + 1 tutup Hormonik + 3 Tutup Pentana minimal 2 minggu sekali

Jeruk masuk umur 4tahun biasanya bisa dibuahkan maksimal, maka perlakuan pupuk semakin banyak diperlukan. sbb :
1. Menejelang masa berbunga berikan pupuk dengan unsur P lebih banyak diikuti K dan Urea
2. Biasanya saya campurkan Power Nutrisi dan 1 karung Supernasa Granule untuk 250 pokok jeruk
3. Hama utama adalah jenis penghisap diantisipasi dengan pentana dan pestisida selang seling
4. Aplikasi semprot pupuk daun/foliar saya manfaatkan greenstar 1 sachet pertangki plus hormonik satu tutup.
Selamat berkebun jeruk




Read More

PUPUK ORGANIK SERBUK GREENSTAR

09.03 |

Dengan menggunakan GREENSTAR, Pupuk Makro (NPK) bisa diKurangi 25%.
GREENSTAR dapat diAplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan.
GREENSTAR juga meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
GREENSTAR dikemas unik, aplikasi lebih praktis & superekonomis & didalamnya berisi 3 sachet.
Serbuk GREENSTAR sudah terdiri dari POC Nasa dan Hormonik sehingga lebih mudah dan praktis.
Jika dikirim untuk teman atau untuk konsumen tidak terkendala diformulasi bentuk serbuk sehingga mudah dan praktis, terutama bila kita mengirim teman saudara dan konsumen yang terkendala larangan pengiriman dalam bentuk cair.
Greenstar berguna untuk semua jenis tanaman pangan, buah dan palawija.

SATU SACHET 20 gram untuk tangki semprot 14/15/16 liter plus Aero perekat perata
SATU PACK isi 3 SACHET 60 GRAM/1000 meter persegi
Aplikasi 3-4 kali dalam satu musim tanam tanaman hortikultura, palawija dan tanaman pangan
Bisa digunakan untuk pembibitan dan tanaman tahunan, perkebunan dll.
Sangat mudah dibawa, praktis dan memupuk tanaman tidak harus kotor, sangat cocok buat ibu2 penggemar tanaman hias dan pekarangan


Read More

VITERNA SERBUK

08.45 |

Viterna plus organik serbuk dihadirkan untuk menjawab tantangan pasar yang ada, jika sebelumnya hadir Viterna Cair dengan kualitas yang sudah teruji dan terbukti, maka produk ini adalah bentuk lain Viterna Cair Cair dengan kualitas dan keunggulan yang sama dengan produk cairnya Ungkap Bapak Fahmi Rosyadi Faros Konsultan PT.Nasa.
Hadir disaat ulang tahun ke 12 PT. NASA, membuktikan bahwa PT Natural Nusantara selalu berinovasi, dan menjawab kebutuhan pasar serta selalu update teknologi yang menjadi bagian penting dalam mensupport pengembangan bisnis Nasa. Sebagai perusahaan internasional harus senantiasa menjawab tantangan pasar guna memenangkan kompetisi " jika pengiriman antar pulau dan antar negara terkendala dalam bentuk cair maka kita sekarang sudah hadirkan dalam bentuk serbuk agar pengirimannya menjadi lebih mudah" 
Untuk dosis pemakaian Viterna Serbuk ini hampir sama dengan Viterna Cair, jika satu liter air dapat dicampurkan dengan 2 ml viterna cair , maka Viterna Serbuk dapat dicampurkan 0,5 gram perliter air ( 1sachet/ 50 liter air).  Dari sisi ekonomis pemakaian untuk ternak antara Viterna Serbuk dan Cair tidak akan jauh berbeda, hanya nanti masalah selera saja dan jika Distributor mendapat pesanan Viterna dari daerah yang sulit dijangkau dengan Viterna Cair maka Viterna Serbuk solusinya.
Produk yang resmi kan dilounching bulan Novembr 2014  tersedia dalam kemasan satu box yang berisi 10 sachet Viterna Serbuk dengan masing-masing sachet memiliki berat 25 gram.
Sangat praktis dan mudah dibawa kemana-mana mengingatkan saya dengan saudaranya produk Pupuk Organik Serbuk Greenstar yang sudah terbukti sangat "menjual" di Kota Sampit dan Mendunia.
ORDER :
CALL/SMS HP. 081250981098 ARI SAMPIT
Read More

SUPERNASA GRANULE

19.36 |


Teknologi terus berkembang, begitu juga didunia pertanian.  Pemupukan semakin dimudahkan dengan bentuk granule dan kualitas tinggi seperti SUPERNASA GRANULE dari PT.NATURAL NUSANTARA yang memenuhi fungsi utama pemupukan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Kesuburan Fisik; memperbaiki tanah yang keras berangsur angsur menjadi gembur
  2. Meningkan kesuburan khemis; memberikan semua jenis unsur hara makro, unsur mikro, enzim dan ZPT yang dibutuhkan tanaman.
  3. Meningkatkan kesuburan biologis; membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
Ketiga fungsi utama itu mutlak dipunyai sebuah produk pupuk, sehingga kesuburan tanah terjaga tanaman sehat dan berproduksi sesuai potensi yang dimiliki tanaman.

Dosis terbaik untuk Kelapa Sawit dan Karet adalah 500 gram per pokok dengan NPK sesuai rekomendasi setempat atau mengurangi dosis NPK menjadi 50%.

Taburkan di piringan kelapa sawit, dan tebarkan diantara baris tanaman karet 3 atau 4 bulan sekali.

Dengan sifat fisik berbentuk Granule berukuran 2-5 mm/butir, kadar air 14,56% membuat Supernasa Granule ini tidak mudah hancur dan daya simpan lebih lama serta diaplikasikan tunggal atau mudah dicampur dengan NPK dll.

Sifat Fisik

  • Bentuk = Granul
  • Ukuran = 2 – 5 mm/butir
  • Kadar Air (%) = 14.56 %
  • Kemasan = @10kg/zak

JADILAH BUKTI JANGAN MENUNGGU BUKTI

ORDER CEPAT :
CALL/SMS ARI HP. 081250981098



Read More

Kelapa Sawit Nasa

17.51 |

 Biarkan Tanaman yang berbicara dan Nasa memang sahabat tanaman anda.

Meuupuk tanaman adalah seni tersendiri, sama berseninya jika kita lagi Kuliner. Ketika kita kuliner maka kita mencari hidangan yang meneteskan liur ketika melihat dan menghirup aromanya, namun kitapun tak tertipu dengan hanya daya tarik diatas, secara sadar kitapun tau sedikit banyak tentang manfaat makanan yang akan kita santap bukan ? yakni tercukupinya unsur   karbohidrat (nasi) mineral (ikan/daging) vitamin (sayur/buah) dan susu plus unsur nutrisi lainnya.

Tapi kenapa tanaman anda hanya anda berikan NPK yang bagi tanaman itu adalah Karbohidrat saja.  Jika anda makan Karbohidrat saja lalu apa jadinya buat kesehatan dan kelagsungan hidup anda.

Berikanlah tanaman anda makanan yang cukup unsur haranya, dan semua ada pada Produk Nasa seperti Supernasa, Powernutrisi, POC Nasa, Hormoni, Grenstar dll.
Unsur hara Makro NPK dn Ca MG masih diperlukan dalam jumlah yang lebih banyak, maka lakukanlah kombinasi atau saling melengkapi dengan kandungan unsur hara pada Pupuk Produk Nasa.

Tanah terjaga dan semakin subur (hidup), Tanaman Sehat dan Tanaman Berproduksi Maksimal dan Umur Tanaman bisa lebih panjang.

"Andai tanaman bisa bicara maka diapun ingin meminta makanan yang cukup buatnya"

ANDA PUNYA TANAMAN KELAPA SAWIT? 
MARI TINGKATKAN KESUBURAN TANAH DAN TANAMAN ANDA
GUNAKAN SUPERNASA GRANULE 500 GRAM PER POKOK
ATAU GUNAKAN 3 KG SUPERNASA + 3 KG POWER NUTRISI PER HEKTAR



Read More

BUDIDAYA KARET NASA

06.36 |




BUDIDAYA KARET (Hevea brasiliensis)

I. PENDAHULUAN
Tujuan utama pasaran karet Indonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
- Suhu udara 240C - 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persemaian Perkecambahan
- Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
- Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
- Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
- Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
- Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
- Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
- Jarak tanam benih 1-2 cm.
- Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.

3.1.2. Persemaian Bibit
- Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
- Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
- Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
- Penyiraman dilakukan secara teratur
- Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

3.1.3. Pembuatan Kebun Entres
- Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
- Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
- Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
- Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon

POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

3.1.4. Okulasi
Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.

Keterangan
Okulasi Coklat
Okulasi Hijau

Umur batang bawah
9-18 bulan
3-8 bln

Diameter batang 10 cm dari tanah
+ 2 cm
1 – 1,5 cm

Kayu okulasi

Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm.

Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung.

- Teknik Okulasi : (keduanya sama)
- Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
- Persiapkan mata okulasi
- Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
- Masukkan perisai ke dalam jendela
- Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm
- Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.
- Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
- Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.

3.2. Pengolahan Media Tanam
a. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
b. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
c. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
e. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan Pola Tanaman
0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
> 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo
3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
Lubang tanam :
- okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
- okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm

3.3.3. Cara Penanaman
- Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
- Buka kantong plastik, tebarkan NATURAL GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian
- Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

3.4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman
Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
b. Pemupukan

UMUR
( bulan )
Dosis pupuk Makro (per ha)
Urea
( kg )
Rock Phospat/
( kg )
MOP/ KCl
( kg )
Kieserite
(MgSO4)
( kg )
0
0
150
0
0
3
60
115
40
40
8
60
115
40
40
12
75
135
50
40
18
75
135
50
40
24
115
300
115
75
36
210
300
115
75
48
235
300
115
75
dst

sebaiknya dilakukan analisa tanah

Dosis POC NASA mulai awal tanam  :
0 - 36

2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 - 5 bulan sekali
> 36

3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak  dari awal memakai POC NASA :
  1. Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
  2. Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali.  Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.3.3.)

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala: merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona.
b. Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)
Gejala; mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona

3.5.2. Penyakit
Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian besar disebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut antara lain :
a. Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum), Jamur upas (Jamur Corticium salmonicolor),
b. Penyakit pada batang :Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora), Busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae),
c. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora), Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata)
d. Penyakit pada Daun : Embun tepung (jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides), Penyakit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa)

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur:
- Menanam bibit sehat dan dari klon resisten
- Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro - mikro) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat
- Taburkan Natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
- Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
- Bagian yang terserang segera dimusnahkan
- Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah
- Pisau sadap steril
- Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

3.6. Panen
Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.
Read More